Iim Rusyamsi: Santri dan Pesantren adalah Aset Bangsa

Bagikan artikel ini

Jakarta-Santri dan pesantren adalah aset bangsa yang sangat besar. Pernyataan ini didukung oleh Iim Rusyamsi, Ketua Umum OK OCE Indonesia dalam webinar pada hari Rabu, (28/10) malam, “kalo saya melihat juga data pesantren ada lebih dari 26 ribu pesantren di Indonesia dengan ada sekitar 3,6 juta santri yang bermukim di pesantren, namun juga ada lebih total 18 juta santri yang bukan bermukim ya, dia ada di madrasah mulai Madrasah Diniyah, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Sanawiyah, Aliyah, kemudian juga pesantren-pesantren. Nah ini lebih dari 18 juta datanya”.

Dalam penuturannya, OK OCE sudah berkembang di pesantren-pesantren, dengan sebutan One Kyai. “Jadi dari setiap 1 Kyai ada 1 pusat kewirausahaan yang ada di pesantren-pesantren. Itu yang kita dorong. Dan alhamdulillah ada penggerak-penggerak yang fokus untuk membantu pesantren-pesantren yang ada”.

Iim juga menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sudah ada di bonus demografi, di tahun 2030 sampai tahun 2045 itu di mana satu bangsa anak millenialnya itu lebih banyak daripada yang diluar millenial dan itu lebih dari 60% sehingga akan menjadi negara yang sangat maju. “Dan kalo kita lihat sekarang ini millenial kita lebih dari 34% dari jumlah penduduk, yaitu 83 juta orang. Nah ini juga yang bisa menguatkan ekonomi ummat karena mereka masuk ke masa keemasan. Mereka ada di era yang sangat produktif.” Tuturnya. Pernyataan Iim didukung oleh Anggawira, pendiri Ayo Jadi Pengusaha. Ia menuturkan bahwa Indonesia memiliki kelas pekerja yang sangat produktif. Namun hal ini justru menjadi suatu tantangan karena para generasi sebelumnya harus menjaga agar anak-anak millenial Indonesia dapat melakukan hal-hal yang produktif. “Sekarang itu kita harus melakukan agitatif propaganda untuk memberikan inspirasi-inspirasi baru untuk anak-anak muda. Karena kompetisi sekarang ini adalah kompetisi di bidang ekonomi. Kesejahteraan. Kita berkompetisi bukan hanya di dalam, tapi berkompetisi juga ke luar. Nah ini tantangan yang harus kita hadapi bersama.” Ucap Anggawira.

Baca Juga  Webinar OK OCE :PELAKU UMKM HARUS JAGA KESEHATAN

Menurut Angga, anak-anak millenial harus menemukan visi hidupnya sehingga akan lebih mudah untuk menanamkan mindset enterpreneur atau mindset bisnis. “Nah ini langkah-langkah yang terus kita lakukan, kita ingin memberikan spirit pertama, dan tentunya juga menciptakan ekosistem. Jadi menurut saya kita memang harus membangun suatu ekosistem yang positif, ekosistem yang kreatif sehingga anak-anak muda ini bisa bergabung di situ. Karena jangan sampai yang lahir malah ekosistem-ekosistem yang tidak produktif gitu. Nah ini dengan OK OCE, dengan Ayo Jadi Pengusaha, dengan HIPMI, punya banyak pilihan nih. Karena Indonesia, tadi disampaikan oleh bung Iim, pesantren-pesantren itu menjadi kekuatan, bukan hanya kekuatan yang konteks keumatan, tapi kekuatan ekonomi. Kalau pesantrennya ini kuat, pesantrennya ini mandiri dalam bidang ekonomi, pesantrennya sejahtera, tentu santri-santrinya akan melahirkan santri-santri yang berkualitas gitu.” tuturnya.

Baca Juga  Merapi Kembali Erupsi

Bagikan artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *