Sandiaga : Ujung-ujungnya Manusia atau Ujung-Ujungnya Duit?

Bagikan artikel ini

Mataram, NTB- Dapat dikatakan bahwa krisis ini terbilang unik. Pandemi Covid-19 dampaknya luar biasa, banyak yang terkena virus ini. Namun Krisis ini bukan yang pertama, pada 1920an di Indonesia tercatat 8% populasi tewas karena wabah. Situasi di ekonomi yang sulit, solusi bagi umkm adalah silaturahmi. Ujung-ujungnya manusia. Hal ini disampaikan oleh Sandiaga Uno, Founder OK OCE, Dalam webinar bersama Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 22 Oktober 2020.

“Saya dulu juga kena krisis 97, namun dibalik krisis menjadi berkah. Ayo kita bangkit! Yang terpenting adalah sekeliling kita, apa tantangan, dan apa action yg kita ambil dan dampaknya pada masyarakat.
Sekarang bukan lagi UUD, ujung-ujungnya duit, sekarang ujung-ujungnya manusia, ungkap Sandi.

Dalam paparannya, Sandi juga menjelaskan bahwa situasi seperti ini bukan lagi mencari atau meributkan kesalahan. Dirinya mencontohkan tokoh Churcill, yang tidak mencari kesalahan, dia akan mencari persatuan. “Ini saatnya kita bersatu padu. Musuh kita kali ini adalah covid-19. Lihat sekeliling kita buka lapangan kerja untuk atasi krisis ekonomi, ” ungkap Sandi.

Baca Juga  OK OCE Maritim Jaring Aspirasi Nelayan Alor NTT

Solusi lain dari Sandi bagi pelaku usaha agar dapat bertahan yakni membangun ekosistem, bangun silaturahmi yang lebih penting. Dengan adanya ekosistem masyarakat dapat bertahan, misalnya jualan lewat whatsapp, instagram. “Saya juga sekarang memberikan endorse gratis, tampil di podcast saya, dll”, ungkapnya.

Pada situasi ini, Sandi mengajak unthk Jangan banyak mengeluh, kita harus mampu melihat dan ambil peluang untuk menjadi pemenang. Dirinya juga memberikan contoh saat Setelah pandemi flu spanyol 1920, industri kreatif berubah. Masyarakat Spanyol akhirnya menciptakan film yang membangkitkan semangat dengan harga terjangkau. “Hal ini juga
Bisa jadi saatnya NTB menjadi juaranya pariwisata! Jaman now kita harus cari peluang khusus yg bisa kita dapatkan dari krisis ini!”, Tutup Sandi.

Baca Juga  Adaptasi Kebiasaan Baru: Tantangan dan Kesempatan bagi Pelaku UKM

Universitas Mataram NTB bersama OK OCE Indonesia melalukan kerjasama penandatanganan MOU yang dihadiri oleh Rektor Universitas Mataram, Lalu Husni, Ketua Umum OK OCE, Iim Rusyamsi. Kerjasama ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya.


Bagikan artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *