Sandiaga : Ketahanan Pangan Rumah Tangga ditengah Pandemi

Bagikan artikel ini

Jakarta- Jika berbicara soal pandemi, tentunya tidak akan terlepas dari kebutuhan pokok yang paling penting bagi masyarakat, yaitu kebutuhan pangan. Dalam Pelatihan Virtual yang diadakan oleh Himpunan kerukunan Tani, Perempuan Tani yang mengangkat tema Ketahanan Rumah Tangga Melalui Inovasi, Sandiaga Uno, Founder OK OCE menuturkan bahwa pandemi ini adalah sebuah alarm yang membangunkan kita dari tidur nyenyak. Jika selama ini masyarakat dimanjakan dengan banyaknya dan beragamnya pilihan makanan yang tersedia di aplikasi ojek online atau pesan antar, maka dengan adanya pandemi, mau tidak mau masyarakat harus memutar otak agar tetap hidup dan berpenghasilan. “Pandemi ini adalah agen perubahan.” tutur Sandiaga, Selasa, 6 Oktober 2020.

“Kita harus mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, substitusi import, cari makanan pokok kemasan produk pangan alternatif. Kemudian kembangkan bisnis suplai edukasi, bangun ekosistem pangan dan bantu ekonomi rumah tangga”, ungkapnya.

Baca Juga  Sandiaga : Generasi Muda, Jadilah CEO Hebat dan Ciptakan Lapangan Kerja

Sandi menjelaskan, dalam membangun ekosistem pangan tentu saja harus beriringan dengan food security. Tidak hanya dari segi penyajian, kemasan, kandungan, bahan makanan, dan cara pengolahan, teknologi pangan juga harus mencakup inovasi sosial. “Bagaimana kita menghadirkan substitusi pangan bagi masyarakat yang berada di ekonomi terbawah”. Sandi menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas dan juga relawan hars mampu membantu masyarakat dalam menerapkan kebiasaan yang aman untuk distribusi dan konsumsi makanan.

Selain itu, Sandi juga mengenalkan bisnis suplai edukasi, salah satunya adalah CLOUD-KITCHEN. Konsep dari Cloud-Kitchen ini resep makanan khas yang berasal dari daerah asal, kemudian dimasak di kota lain sehingga rasanya sangat mirip dengan rasa makanan khas yang berasal dari daerah tersebut. Sandi memberikan contoh yaitu Soto Banjar yang ia makan. “Resepnya berasal dari Banjarmasin namun proses pengolahannya berada di Jakarta dengan tetap menjaga citarasa khas Soto Banjar sehingga rasanya otentik dan sangat mirip dengan rasa soto Banjar yang pernah saya coba di daerah asalnya”, tutupnya.

Baca Juga  Sandiaga Uno Di WEBINAR : Badai Pasti Berlalu, Lapangan Kerja Upayakan Terus Berputar

Bagikan artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *