UMKM OK OCE Bisa Ekspor, Cipta Lapangan Kerja saat Pandemi

Bagikan artikel ini

YRI 37/Ekspor 37 sebagai salah satu Penggerak OK OCE Indonesia kembali mengadakan pelatihan dengan tagline #Eksporitumudah pada hari Sabtu, 5 September 2020. Menurut Hendratmoko sebagai Pembina YRI 37/Ekspor 37, pelatihan ini merupakan Bacth ke 6 sejak dimulai pertama kali pada tanggal 14 Februari 2020 beberapa minggu sebelum diberlakukannya PSBB. Dari 6 batch yang sudah dijalankan, hanya batch 1 yang dilakukan secara offline di kantor OK OCE Indonesia. Sisanya dilakukan secara webinar.

Antusiasme masyarakat dalam mengikuti webinar ini cukup besar, terbukti ada 86 peserta yang mendaftarkan diri pada webinar ini dengan profil deskriptif sebagai berikut: Peserta laki-laki 62,8% dan perempuan 37, 2%, peserta yang sudah berkeluarga 54,7%, dan belum berkeluarga 45,3%, pendidikan 41,9% S1, 31,4 % SMA, 15, 1% S2 dan sisanya dari tingkat pendidikan yang lain. Dari total pendaftar 58,1% sudah memiliki usaha dan 41,9% belum memiliki usaha sama sekali. Mayoritas dari mereka sudah memilki produk sendiri sebesar 51,2%, sebagai reseller 16,3% dan kedua-duanya 32,6%.

Baca Juga  Sandiaga : Ketahanan Pangan Rumah Tangga ditengah Pandemi

Tantangan Untuk Pelaku UMKM

Dari peserta yang memilki usaha ternyata hanya sebesar 9,3% yang telah menjalankan usahanya lebih dari 5 tahun, sementara sisanya baru menjalankan kegiatan usahanya di bawah 1 tahun.  Ini merupakan tantangan tersendiri bagi pegiat dan pelaku UMKM untuk dapat bertahan, tumbuh dan naik kelas sehingga dapat bermanfaat baik buat dirinya, keluargannya maupun lingkungan yang lebih besar lagi.

Ekspor Sambal ke Singapore

Alhamdulillah sejak pelatihan #Eksporitumudah dilakukan pada Februari 2020 lalu, sudah ada 5 UMKM dampingan Ekspor 37 yang telah berhasil melakukan kegiatan ekspor salah satunya ke Singapore dengan produk-produknya seperti sambal botol, teri crispy, kering tempe, rendang siput dll. Tiga di antaranya telah melakukan kontrak selama satu tahun dengan distributor di Singapore yang juga bertindak sebagai sole agent. Sehingga UMKM dampingan yang sudah menembus pasar international ini mampu bertahan dan menciptakan lapangan kerja selama masa pandemik ini.
 

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja UMKM di Indonesia

Dari hasil penelitian tentang “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja UMKM di Indonesia” didapatkan kesimpulan bahwa faktor kapasitas individu atau pelaku umkm berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM. Sementara itu faktor eksternal seperti wabah covid, gejolak politik, sosial dan ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Dalam arti semakin tinggi lama wabah covid berlangsung, semakin buruk kondisi politik, sosial dan ekonomi, maka akan semakin turun kinerja UMKM. Penelitian ini dilakukan pada peserta dampingan Program Ekspor 37 batch 1 – 5 dengan total responden sebanyak 86 peserta dan tersebar pada 10 provinsi di Indonesia.

Baca Juga  Indra Uno : Kolaborasi Antar Penggerak Komunitas OK OCE untuk Ekonomi Umat dan Lapangan Kerja

Seperti pada pelatihan sebelumnya, acara ini dipandu oleh Hendratmoko sebagai Pembina YRI 37/Ekspor 37, dan dilanjutkan dengan penjelasan mengenai OK OCE Indonesa oleh Ketua Umum  Iim Rusyamsi, OK OCE didirikan oleh Sandiaga Uno dan Indra Uno dan dilanjutkan dengan materi tentang ekspor oleh Ricky Rizky dari Rayspeed Asia , Anbiya Akbar dari FPS Indonesia dan ditutup dengan materi online marketing oleh Taufik Ardi dari TokoIG.com.


Bagikan artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *