Curhat Pedagang Bunga RawaBelong di Tengah Corona

Bagikan artikel ini

Jakarta, Majalah OK OCE — Pandemi COVID-19 yang melarang adanya kerumunan berdampak pada banyak sektor. Salah satunya kegiatan atau acara yang berkaitan dengan dekorasi bunga. Sebut saja acara pernikahan, atau sekedar ucapan selamat dari papan bunga. Namun, semenjak wabah corona, para pedagang bunga di Rawabelong merana.

Banyak dari mereka yang tutup hampir sebulan penuh, namun masih ada juga yang masih berjualan, walau sepi pengunjung.

“ Semenjak Corona ini penjualan menurun drastic, belum lagi kita harus membantu karyawan kita,”ungkap Ajik dan Hikmah, pedagang bunga dalam diskusi online bersama Founder OK OCE, Sandiaga Uno yang didampingi sang istri, Nur Asia, serta Ketua Umum OK OCE Indonesia, Senin, 13 April 2020.

Sandiaga Uno mengatakan “Saya ingin kita tetap semangat. Perlu adanya inovasi bagi para pedagang bunga selain masuk ke era digital. Misalnya parade bunga mawar setahun sekali seperti di Los Angeles, Amerika Serikat lakukan”.

Baca Juga  Jalur Gunung Rinjani Dibuka Mulai bulan Juli

Parade bunga bisa menjadi salah satu kegiatan setelah krisis ini berakhir, yang tujuannya untuk mendukung para pelaku usaha bunga. Sandi juga menambahkan bahwa dirinya pernah mengalami sendiri bagaimana membuat bunga papan, mulai dari busa, hingga pemotongannya. Ternyata sangat tidak mudah, perlu kreasi inovatif.

Hal ini Ini seharusnya diteruskan ke anak millennial, karena menyatakan cinta itu dengan bunga, mereka perlu tahu dalam proses pembuatannya.

Nur Asia Uno juga menjelaskan bahwa inovasi bisa dilakukan mendekati momen idul fitri, parsel bisa disubtitusi dengan bunga misalnya. “Sebentar lagi adaalah momen hari Kartini, suami bisa memberikan bunga kepada istrinya dalam momen ini, “ungkap Nur.

Baca Juga  Pemulihan UMKM di Tengah Pandemi Sebagai Langkah Nyata Pemerintah

Ketua Umum OK OCE Indonesia, Iim Rusyamsi juga mengatakan ada beberapa program pelatihan yang bisa diikuti oleh para pedagang bunga ini untuk mendapatkan pelatihan online agar usahamereka terus berjalan.

“Saat ini sedang berkoordinasi dengan pihak pemprov karena banyak sekali kegiatan yang ditiadakan. Kita patuhi dahulu, kesehatan yang diutamakan. Insyallah rejeki itu ada jalannya. Pasti karena penghasilan turun, menghadapi kesulitan keuangan, ini saya kerjamasa bagaimana kita dapat membantu para penjual yang ada lewat program OK OCE, pemprov, dll, tutup Sandi.


Bagikan artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *