OK OCE, GERAKAN BARU KEBANGKITAN WIRAUSAHA INDONESIA

Bagikan artikel ini

“Sebuah gerakan tidak akan mampu bertahan lama apalagi abadi jika mereka tidak mampu melahirkan dan mereplikasi sebanyak mungkin penggiat, yang tidak saja memahami tujuan gerakan namun juga memiliki militansi yang tak pernah habis”. Dr.Indra Cahya Uno

Sore itu, Indri (Penggerak OK OCE)  dikejutkan dengan kedatangan, sebut saja namanya Husein, yang nampak gusar. “Bu, saya butuh uang. Butuh modal untuk makan anak istri,” tukasnya dengan emosional.” Jika ibu ngga kasih, rumah ibu saya obrak-abrik.”

Mendengar ancaman itu, Indri sangat heran sekaligus kaget, sebab Husein adalah orang yang paling banyak membantu dirinya saat membantu kampanye pasangan Anies-Sandi dengan program OK OCE-nya. Yang ia kenal, orangnya tidaklah tempramen seperti sore itu.

Setelah tenang, Indri mengajak bicara hati ke hati. Ternyata Husein selama ini berharap mendapat bantuan modal usaha jika pasangan Anies Sandi nanti menang. Husein merasa banyak membantunya ketika gencar mempopulerkan gerakan OK OCE Anies Sandi diwilayahnya.

Mendengar penuturan tersebut, Indri yang juga seorang coach di Gerakan OK OCE ini dengan lembut bertanya, “Pak Husein punya uang 5 juta ?” “Nggak,” jawab Husein. “Kalau 3 juta ?” tanya Indri. “Ngga punya,” jawab Husein. “1 juta saja?” “Ngga ada Bu.” “Baiklah kalau lima ratus ribu?” “Ngga ada juga Bu,” jawab Husein mulai meninggi lantaran merasa dipermainkan. “Ok, Pak Husein punya berapa?” “Saya punya seratus lima puluh ribu,” sergahnya.

Baca Juga  Ekonomi Kreatif Dalam Industri Halal Untuk Kesejahteraan Umat

Indri berpikir keras bagaimana caranya uang sebesar itu bisa jadi modal awal usaha Husein. “Alhamdulillah, saat itu muncul ide bikin sabun, ” jelasnya sumringah. Usai ketemu gagasan tersebut, tidak langsung running. Muncul tantangan baru, bagaimana menjualnya. Di sinilah peran jaringan yang solid dari para Coach OK OCE. Hanya dalam tempo singkat, sabun buatan Husein ludes. Beberapa hari itu Husein merasakan jerih payahnya menghasilkan. Husein mendulang omzet mencapai 7,5 juta rupiah. Akhirnya Husein pun lupa tentang permodalan yang pernah dituntutnya.

“Ini hanya sepenggal kisah saja dari sekian banyak peristiwa yang dialami para coach sekaligus penggerak dan penggiat OK OCE  di lapangan,”, cetus Coach  Indri yang langsung diamini oleh kedua rekannya yang ikut diskusi malam itu.

Baca Juga  UMKM TERDAMPAK CORONA, OK OCE TERUS DUKUNG UMKM LEWAT PENDAMPINGAN

Daya tahan dan ketangguhan super semacam inilah yang diharapkan ada pada setiap penggerak sebagaimana dipaparkan Dr.Indra Cahya Uno. Sebagai salah satu pencetus Gerakan OK OCE, menurutnya sebuah gerakan tidak akan mampu bertahan lama apalagi abadi jika mereka tidak mampu melahirkan dan mereplikasi sebanyak mungkin penggiat, yang tidak saja memahami tujuan gerakan namun juga memiliki militansi yang tak pernah habis.

Dr.Indra menekankan bahwa Gerakan OK OCE sebagaimana gerakan pada umumnya harus bergerak masif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat sehingga mampu mengubah mindset.Harapannya, setelah itu gerakan menjadi watak dan perilaku setiap  pribadi dan kemudian membentuk habit (kebiasaan) komunitas sehingga membudaya dan mendarah daging. Keadaan inilah yang akan mewarnai perilaku masyarakat luas bahkan sebuah bangsa. Jikas sudah demikian, peradaban akan menjadi keniscayaan yang menampakkan wujud penuh pesona. (aw/Edisi Perdana – September 2018).


Bagikan artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *